Pernahkah Anda melihat anjing dengan jumlah jari kaki yang lebih banyak dari biasanya? Kondisi ini, yang dikenal sebagai polidaktili, adalah sifat genetik yang menarik di mana anjing memiliki jari kaki dan kuku ekstra pada satu atau lebih telapak kakinya. Meskipun mungkin tampak tidak biasa, polidaktili relatif umum terjadi pada ras anjing tertentu dan bahkan dapat dianggap sebagai standar ras dalam beberapa kasus. Memahami penyebab dan implikasi jari kaki ekstra pada anjing dapat membantu pemilik merawat teman berbulu mereka dengan lebih baik.
Apa itu Polidaktili?
Polidaktili secara harfiah berarti “banyak jari.” Pada anjing, polidaktili mengacu pada keberadaan lebih dari jumlah jari kaki pada satu kaki. Kebanyakan anjing memiliki lima jari pada kaki depan dan empat pada kaki belakang. Anjing polidaktili dapat memiliki jari kaki tambahan pada salah satu atau semua kaki, meskipun paling sering terlihat pada kaki belakang.
Jari-jari kaki tambahan ini bisa berupa jari-jari yang sudah terbentuk sempurna dan berfungsi, hingga jari-jari kecil yang tidak berfungsi. Jari-jari kaki tambahan ini sering kali menyerupai embun cakar, yaitu jari-jari kaki kecil yang terkadang melekat longgar dan terletak lebih tinggi di kaki, terutama di kaki depan.
Meskipun seringkali tidak berbahaya, memahami penyebab mendasar dari polidaktili sangat penting untuk kepemilikan anjing yang bertanggung jawab dan praktik pengembangbiakan.
Genetika di Balik Jari Kaki Tambahan
Polidaktili pada dasarnya adalah sifat genetik, artinya sifat ini diwariskan dari orang tua kepada keturunannya. Gen yang bertanggung jawab atas polidaktili dapat bervariasi, dan pola pewarisannya dapat rumit, terkadang melibatkan banyak gen. Dalam banyak kasus, sifat ini tampak sebagai sifat dominan autosomal, artinya hanya diperlukan satu salinan gen agar sifat tersebut dapat diekspresikan.
Namun, ekspresi gen tersebut bisa bervariasi. Beberapa anjing dengan gen tersebut mungkin hanya memiliki satu jari kaki tambahan, sementara yang lain mungkin memiliki beberapa jari kaki tambahan. Jumlah dan bentuk jari kaki tambahan juga dapat berbeda di antara saudara sekandungnya, meskipun keduanya mewarisi gen yang sama.
Mutasi genetik juga dapat menyebabkan polidaktili. Mutasi ini terjadi secara spontan dan dapat diwariskan ke generasi mendatang. Memahami dasar genetik membantu peternak membuat keputusan yang tepat untuk meminimalkan munculnya sifat yang tidak diinginkan.
Jenis Anjing Umum yang Memiliki Polidaktili
Meskipun polidaktili dapat terjadi pada semua ras anjing, polidaktili lebih umum terjadi pada beberapa ras anjing dibandingkan ras lainnya. Ras tertentu bahkan telah dibiakkan secara selektif untuk sifat ini, sehingga menjadikannya standar ras.
- Norwegian Lundehund: Jenis anjing ini dikenal memiliki sedikitnya enam jari di setiap kakinya. Jari-jari kaki tambahan ini memberi mereka pegangan dan stabilitas tambahan di tebing curam tempat mereka berburu puffin secara tradisional.
- Great Pyrenees: Anjing besar ini sering kali memiliki dua cakar di kaki belakangnya. Ini dianggap sebagai karakteristik penting dari ras ini, yang memberikan dukungan dan daya tarik tambahan di medan bersalju.
- Briard: Mirip dengan Great Pyrenees, Briard juga dikenal memiliki dua cakar di kaki belakangnya. Ciri ini merupakan bagian dari standar ras.
- Anjing Gembala Islandia: Trah ini juga dapat menunjukkan polidaktili, meskipun tidak ditegakkan seketat seperti pada Anjing Gembala Norwegia atau Anjing Pyrenees Besar.
Kehadiran jari-jari kaki tambahan pada ras ini sering kali memiliki tujuan khusus, yakni memberikan kelincahan dan stabilitas yang lebih baik di lingkungan kerja tradisional mereka.
Dampak Kesehatan dari Polidaktili
Dalam kebanyakan kasus, polidaktili tidak menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan bagi anjing. Jari-jari kaki tambahan biasanya terbentuk dengan baik dan berfungsi, sehingga anjing dapat berjalan, berlari, dan bermain secara normal. Namun, ada beberapa masalah potensial yang perlu diwaspadai.
- Cedera: Jari kaki tambahan, terutama yang tidak melekat dengan baik atau bentuknya tidak sempurna, mungkin lebih rentan cedera. Jari kaki tersebut dapat tersangkut benda atau cedera saat bermain kasar.
- Infeksi: Jika jari kaki tambahan terluka, infeksi dapat terjadi. Pembersihan dan pemantauan jari kaki secara teratur dapat membantu mencegah infeksi.
- Perawatan Kuku: Kuku yang berlebih perlu dipangkas secara teratur untuk mencegah pertumbuhan berlebih, terbelah, atau tumbuh ke dalam kuku. Hal ini terutama penting untuk jari-jari kaki yang tidak sering menyentuh tanah.
- Masalah Konformasi: Dalam beberapa kasus, polidaktili parah dapat dikaitkan dengan kelainan rangka atau masalah konformasi lainnya. Hal ini lebih mungkin terjadi jika kondisi tersebut terkait dengan kelainan genetik yang lebih kompleks.
Pemeriksaan dokter hewan secara teratur sangat penting untuk memantau kesehatan anjing polidaktil dan mengatasi masalah potensial sejak dini.
Merawat Anjing Polidaktil
Merawat anjing dengan jari kaki tambahan pada umumnya sama dengan merawat anjing lainnya, dengan beberapa pertimbangan tambahan. Pemeriksaan kaki secara teratur sangat penting untuk mendeteksi adanya cedera atau kelainan.
Pemangkasan kuku merupakan bagian penting dari perawatan anjing polidaktil. Kuku tambahan harus dipangkas secara teratur untuk mencegah pertumbuhan berlebih dan potensi masalah. Konsultasikan dengan dokter hewan atau perawat hewan untuk mendapatkan panduan tentang teknik pemangkasan kuku yang tepat.
Pantau jari-jari kaki tambahan untuk melihat tanda-tanda infeksi, seperti kemerahan, pembengkakan, atau keluarnya cairan. Jika Anda melihat salah satu tanda ini, segera cari perawatan dokter hewan.
Pertimbangan Pembiakan
Bagi para pembiak, memahami genetika polidaktili sangat penting untuk membuat keputusan pembiakan yang tepat. Meskipun polidaktili sering kali tidak berbahaya, penting untuk mempertimbangkan standar ras dan potensi masalah kesehatan terkait.
Pada ras anjing yang menginginkan polidaktili, peternak harus berusaha menghasilkan anjing dengan jari kaki tambahan yang berfungsi dengan baik. Pada ras anjing yang tidak menginginkannya, peternak dapat memilih untuk tidak membiakkan anjing dengan riwayat polidaktili.
Pengujian genetik dapat membantu mengidentifikasi anjing yang membawa gen polidaktili, sehingga peternak dapat membuat keputusan yang lebih tepat. Praktik pengembangbiakan yang bertanggung jawab dapat membantu memastikan kesehatan dan kesejahteraan anjing generasi mendatang.